Hallo everybody... saat ini saya akan menceritakan kegiatan yang saya lakukan pada hari ini Kamis tanggal 16 juni 2016. dipagi hari saya bangun pukul 05.30,, lalu menikmati saat teduh dengan berdoa..biasanya saya memaksimalkan waktu untuk berdoa sekitar 5 menit. setelah itu saya membereskan kamar tidur, kemudian menyapu. untuk kebersihan di dalam kamar tidur semuanya terselesaikan pukul 06.00. jam 06.30 saya melanjutkan aktivitas dengan mencuci piring,, kemudian menyapu halaman, kemudian mengepel kamar. setelah itu saya mandi.
Kamis, 16 Juni 2016
Rabu, 15 Juni 2016
Kamis, 09 Juni 2016
PRAKTEK PERPAJAKAN SEMESTER VI
1.
DEFINISI
PAJAK
Pajak adalah Iuran rakya
kepada kas Negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan
tiada mendapat balas jasa secara langsung.
2.
KETENTUAN
UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
Ketentuan
umum dan tata cara perpajakan merupakan hal-hal dan aturan yang mendasar dalam
perpajakan di Indonesia.
2.1
Dasar
hukum KUP (Ketentuan umum dan tata cara perpajakan) yaitu :
1.
UU No. 6 Tahun 1982 Tentang UU KUP
2.
UU No .9 Tahun 1994 Tentang UU KUP
3.
UU No. 16 Tahun 2000 Tentang UU KUP
4.
UU No. 28 Tahun 2007 Tentang UU KUP
Jumat, 03 Juni 2016
MAKALAH ETIKA PERGAULAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Kuasa yang karena atas perkenanan dan tuntunan-NYA telah memberikan
hikmat serta kekuatan-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini tepat pada waktunya. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik.
Dengan membuat tugas ini kami diharapkan
mampu untuk lebih memahami tentang etika pergaulan yang kami sajikan
berdasarkan informasi dari berbagai sumber
Kami sadar, sebagai seorang mahasiswa yang
masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif,
guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Kasih
Karunia Kristus Yesus menyertai dan memberkati kita semua. Amin.
Kupang, 10 April 2016
Kelompok 1
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pergaulan yang berarti hidup bermasyarakat perlu
latihan sejak dini, bahkan sejak seseorang mengenal orang lain di luar dirinya
sendiri. Sejak usia anak-anak hingga menjadi orang dewasa, bahkan orang tua
sekalipun dalam kehidupannya tidak lepas dari apa yang disebut dengan
pergaulan. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam pergaulan, yaitu kemungkinan
diterima secara baik atau ditolak oleh kelompok, lingkungan, bahkan di dalam
masyarakat luas pada umumnya. Jika seseorang di dalam bergaul dapat diterima dengan
baik di dalam komunitasnya, maka seseorang itu akan lebih percaya diri, timbul
semangat untuk lebih berkarya dan berprestasi. Harga diri akan meningkat dengan
sendirinya. Penghargaan demi penghargaan akan diperoleh dan kepercayaan akan
terus meningkat yang datang dari komunitasnya. Meskipun demikian diperlukan
pengendalian diri dengan: selalu mendekatkan diri kepasa Tuhan Yang Maha Esa
seraya memohon petunjukNya agar selalu diberikan bimbingan ke arah yang lebih
baik.
MAKALAH ETIKA PROFESI DAN BISNIS TENTANG ETIKA BERTELEPON DAN MENELEPON
KELOMPOK II
Nama-Nama :
YOHANA V. NUMUR
DANIEL SNAE
NELIDIAN F. TAKUMAU
POLITEKNIK NEGERI KUPANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji
Dan Syukur Penulis Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Karena Atas Berkat
Dan Rahmatnya Penulis dapat menyelesaikan makalah Etika Profesi Dan Bisnis ini
tepat pada waktunya. makalah ini membahas tentang”Etika bertelepon dan
Menelepon”
Dalam proses penyusunan makalah ini
penulis banyak menemui tantangan dan hambatan. tetapi berkat kerjasama dari
tim, semua masalah tersebut dapat di atasi, oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dengan caranya masing-masing dalam menyelesaikan makalah ini.
Namun
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari
segi penyusunan, maupun materi yang di bahas. oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan makalah ini.
akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Kupang, April 2016
Tim
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTRA ISI...................................................................................................................... ii
BAB I
1.1 LATAR
BELAKANG.................................................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH............................................................................................ 1
1.3 TUJUAN PENULISAN.............................................................................................. 1
1.4 MANFAAT PENULISAN.......................................................................................... 1
BAB II
2.1 PENGERTIAN ETIKA............................................................................................... 2
2.2 ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL............................................................ 3
2.3 ETIKA
KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MEDIA TELEPON......................... 3
2.4 HAMBATAN/
MASALAH DALAM BERTELEPON............................................ 8
BAB III
A. KESIMPULAN........................................................................................................... 9
B. SARAN........................................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Etika
komunikasi merupakan norma, nilai, atau ukuran tingkah laku yang baik dalam kegiatan
komunikasi di suatu masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Begitu pula dalam penggunaan telepon harus memperhatikan etika serta sopan
santun dan tata caranya. Hal ini perlu diperhatikan mengingat tata cara
seseorang menerima telepon dan menelepon mewakili citra dari pimpinan tempat
seseorang itu bekerja. Maka dari itu, tata cara bertelepon dan menerima telepon
sangatlah penting untuk diperhatikan terutama pada saat bekerja. Seseorang akan
dapat menyimpulkan bagaimana keadaan suatu perusahaan atau organisasi hanya
dengan cara melakukan hubungan melalui telepon baik sebagai orang yang
menelepon maupun dalam menerima telepon. Walaupun komunikasi melalui telepon
tidak secara langsung, tetapi sangat perlu diperhatikan agar tidak berpengaruh
buruk terhadap perusahaan. Seseorang yang menerima telepon atau menelepon
dengan sikap yang menyenangkan, efektif, dan efisien akan memberikan kesan
positif bagi perusahaan tempat dia bekerja.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian dari etika itu ?
2. Apakah etika komunikasi interpersonal itu ?
3. Bagaimana
etika komunikasi menggunakan media telepon?
4. Apa
saja hambatan dalam bertelepon?
1.3
Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui pengertian etika
2. Untuk
mengetahui etka komunikasi interpersonal
3. Untuk
mengetahui etika komunikasi menggunakan media telepon
4. Untuk
mengetahui hambatan dalam bertelepon
1.4
Manfaat Penulisan
1. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi Dan Binis
2. Dapat
dijadikan wawasan dalam proses pembelajaran berikutnya
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Etika
Dari
segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin ethicus yang
berarti kebiasaan. Sesuatu dianggap etis atau baik, apabila sesuai dengan
kebiasaan masyarakat. Kenyataannya, banyak orang tertarik untuk mempelajari
etika, sehingga terdapat pengertian lain tentang etika ialah sebagai suatu
studi atau ilmu yang membicarakan perbuatan atau tingkah laku manusia, mana
yang dinilai baik dan mana pula yang dinilai buruk. Etika juga disebut ilmu
normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) yang
dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai tingkah laku, apakah baik atau
buruk. Dengan demikian etika diharapkan berperan untuk membuka wawasan tentang
kebaikan dan keburukan atas tindakan seseorang.
Courtland
L. Bovee dan John V. Thill (Alih bahasa Doddi Prastuti, 2007: 31)
mendefinisikan etika adalah prinsip perlaku yang mengatur seseorang atau
sekelompok orang. Orang yang tidak memiliki etika, melakukan apapun yang
diperlukan untuk mencapai tujuannya. Orang-orang yang memiliki etika umumnya
dapat dipercaya, adil, dan tidak memihak, menghargai orang lain, dan
menunjukkan kepedulian terhadap dampak atas tindakannya di masyarakat.
Seringkali orang mencampur aduk istilah etika dan etiket. Etika adalah cabang
filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan moral atau
kesusilaan. Sedang etiket ialah tata karma atau sopan santun. Dalam menelaah
ukuran baik dan buruk ini, kita bisa melakukan penggolongan etika menjadi dua
kategori, ialah etika dekriptif dan normative.
a. Etika
Deskriptif
Etika
deskriptif merupakan usaha menilai tindakan atau perilaku berdasarkan pada
ketentuan atau norma baik-buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama, baik dalam
keluarga maupun di dalam masyarakat. Kerangka etika ini pada hakikatnya
menempatkan kebiasaan yang sudah ada di keluarga atau di masyarakat sebagai
acuan etis. Apakah tindakan seseorang itu etis ataukah tidak, tergantung
kesesuaiannya dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Jadi ukuran etisnya
sederhana saja, kalau tidak bertentangan dengan kebiasaan, maka tindakan itu
dikategorikan etis. Namun apabila berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan
orang merupakan tindakan yang tidak etis.
b. Etika
Normatif
Etika
normative berusaha menelaah dan memberikan penilaian etis atas tindakan dengan
cara yang berbeda, yaitu dengan menggunakan norma yang dibuat oleh otoritas
tertentu. Dengan demikian apakah tindakan itu etis atau tidak, tergantung
dengan kesesuaiannya terhadap norma-norma yang sudah dibakukan oleh sebuah
institusi atau masyarakat.
2.2
Etika Komunikasi Interpersonal
Etika komunikasi
merupakan suatu rangkuman istilah yang mempunyai pengertian tersendiri, yakni
norma, nilai, atau ukuran tingkah laku yang baik dalam kegiatan komunikasi di
suatu masyarakat. Pada dasarnya komunikasi interpersonal dapat berlangsung
secara lisan maupun tertulis.Secara lisan dapat terjadi secara langsung (tatap
muka), maupun dengan menggunakan media sepertri telepon, SMS, facebook, e-mail,
dan sebagainya. Baik komunikasi langsung maupn tidak langsung, norma etika
perlu diperhatikan.
Langganan:
Postingan (Atom)



