Tampilkan postingan dengan label MATERI KULIAH SEMESTER VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KULIAH SEMESTER VI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

PRAKTEK PERPAJAKAN  SEMESTER VI
1.      DEFINISI PAJAK
Pajak adalah Iuran rakya kepada kas Negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung.
2.        KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN
     Ketentuan umum dan tata cara perpajakan merupakan hal-hal dan aturan yang mendasar dalam perpajakan di Indonesia.
2.1         Dasar hukum KUP (Ketentuan umum dan tata cara perpajakan) yaitu :
1.      UU No. 6 Tahun 1982 Tentang UU KUP
2.      UU No .9 Tahun 1994 Tentang UU KUP
3.      UU No. 16 Tahun 2000 Tentang UU KUP
4.      UU No. 28 Tahun 2007 Tentang UU KUP

Jumat, 03 Juni 2016

MAKALAH ETIKA PERGAULAN



ETIKA PERGAULAN



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang karena atas perkenanan dan tuntunan-NYA telah memberikan hikmat serta kekuatan-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih memahami tentang etika pergaulan yang kami sajikan berdasarkan informasi dari berbagai sumber
Kami sadar, sebagai seorang mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah  ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah  ini dari awal sampai akhir. Semoga Kasih Karunia Kristus Yesus menyertai dan memberkati kita semua. Amin.


Kupang, 10 April 2016

Kelompok 1

 



 

DAFTAR ISI


                                                    


BAB I

PENDAHULUAN


1.      LATAR BELAKANG


Pergaulan yang berarti hidup bermasyarakat perlu latihan sejak dini, bahkan sejak seseorang mengenal orang lain di luar dirinya sendiri. Sejak usia anak-anak hingga menjadi orang dewasa, bahkan orang tua sekalipun dalam kehidupannya tidak lepas dari apa yang disebut dengan pergaulan. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam pergaulan, yaitu kemungkinan diterima secara baik atau ditolak oleh kelompok, lingkungan, bahkan di dalam masyarakat luas pada umumnya. Jika seseorang di dalam bergaul dapat diterima dengan baik di dalam komunitasnya, maka seseorang itu akan lebih percaya diri, timbul semangat untuk lebih berkarya dan berprestasi. Harga diri akan meningkat dengan sendirinya. Penghargaan demi penghargaan akan diperoleh dan kepercayaan akan terus meningkat yang datang dari komunitasnya. Meskipun demikian diperlukan pengendalian diri dengan: selalu mendekatkan diri kepasa Tuhan Yang Maha Esa seraya memohon petunjukNya agar selalu diberikan bimbingan ke arah yang lebih baik.

MAKALAH ETIKA PROFESI DAN BISNIS TENTANG ETIKA BERTELEPON DAN MENELEPON






KELOMPOK II
Nama-Nama :
YOHANA V. NUMUR
DANIEL SNAE
NELIDIAN F. TAKUMAU

POLITEKNIK NEGERI KUPANG
2016






KATA PENGANTAR
Puji Dan Syukur Penulis Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Karena Atas Berkat Dan Rahmatnya Penulis dapat menyelesaikan makalah Etika Profesi Dan Bisnis ini tepat pada waktunya. makalah ini membahas tentang”Etika bertelepon dan Menelepon”
            Dalam proses penyusunan makalah ini penulis banyak menemui tantangan dan hambatan. tetapi berkat kerjasama dari tim, semua masalah tersebut dapat di atasi, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dengan caranya masing-masing dalam menyelesaikan makalah ini.
Namun Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyusunan, maupun materi yang di bahas. oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan makalah ini. akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Kupang, April  2016
 Tim Penulis
















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTRA ISI...................................................................................................................... ii
BAB I
1.1  LATAR BELAKANG.................................................................................................. 1
1.2   RUMUSAN MASALAH............................................................................................ 1
1.3   TUJUAN PENULISAN.............................................................................................. 1
1.4   MANFAAT PENULISAN.......................................................................................... 1
BAB II
2.1  PENGERTIAN ETIKA............................................................................................... 2
2.2  ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL............................................................ 3
2.3   ETIKA KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MEDIA TELEPON......................... 3
2.4   HAMBATAN/ MASALAH DALAM BERTELEPON............................................ 8
BAB III
A.      KESIMPULAN........................................................................................................... 9
B.       SARAN........................................................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Etika komunikasi merupakan norma, nilai, atau ukuran  tingkah laku yang baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Begitu pula dalam penggunaan telepon harus memperhatikan etika serta sopan santun dan tata caranya. Hal ini perlu diperhatikan mengingat tata cara seseorang menerima telepon dan menelepon mewakili citra dari pimpinan tempat seseorang itu bekerja. Maka dari itu, tata cara bertelepon dan menerima telepon sangatlah penting untuk diperhatikan terutama pada saat bekerja. Seseorang akan dapat menyimpulkan bagaimana keadaan suatu perusahaan atau organisasi hanya dengan cara melakukan hubungan melalui telepon baik sebagai orang yang menelepon maupun dalam menerima telepon. Walaupun komunikasi melalui telepon tidak secara langsung, tetapi sangat perlu diperhatikan agar tidak berpengaruh buruk terhadap perusahaan. Seseorang yang menerima telepon atau menelepon dengan sikap yang menyenangkan, efektif, dan efisien akan memberikan kesan positif bagi perusahaan tempat dia bekerja.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari etika itu ?
2.       Apakah etika komunikasi interpersonal itu ?
3.      Bagaimana etika komunikasi menggunakan media telepon?
4.      Apa saja hambatan dalam bertelepon?
1.3 Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian etika
2.      Untuk mengetahui etka komunikasi interpersonal
3.      Untuk mengetahui etika komunikasi menggunakan media telepon
4.      Untuk mengetahui hambatan dalam bertelepon
1.4 Manfaat Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi Dan Binis
2.      Dapat dijadikan wawasan dalam proses pembelajaran berikutnya


BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Etika
Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin ethicus yang berarti kebiasaan. Sesuatu dianggap etis atau baik, apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kenyataannya, banyak orang tertarik untuk mempelajari etika, sehingga terdapat pengertian lain tentang etika ialah sebagai suatu studi atau ilmu yang membicarakan perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dinilai baik dan mana pula yang dinilai buruk. Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai tingkah laku, apakah baik atau buruk. Dengan demikian etika diharapkan berperan untuk membuka wawasan tentang kebaikan dan keburukan atas tindakan seseorang.

Courtland L. Bovee dan John V. Thill (Alih bahasa Doddi Prastuti, 2007: 31) mendefinisikan etika adalah prinsip perlaku yang mengatur seseorang atau sekelompok orang. Orang yang tidak memiliki etika, melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Orang-orang yang memiliki etika umumnya dapat dipercaya, adil, dan tidak memihak, menghargai orang lain, dan menunjukkan kepedulian terhadap dampak atas tindakannya di masyarakat. Seringkali orang mencampur aduk istilah etika dan etiket. Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan moral atau kesusilaan. Sedang etiket ialah tata karma atau sopan santun. Dalam menelaah ukuran baik dan buruk ini, kita bisa melakukan penggolongan etika menjadi dua kategori, ialah etika dekriptif dan normative. 
a.       Etika Deskriptif 
Etika deskriptif merupakan usaha menilai tindakan atau perilaku berdasarkan pada ketentuan atau norma baik-buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama, baik dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Kerangka etika ini pada hakikatnya menempatkan kebiasaan yang sudah ada di keluarga atau di masyarakat sebagai acuan etis. Apakah tindakan seseorang itu etis ataukah tidak, tergantung kesesuaiannya dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Jadi ukuran etisnya sederhana saja, kalau tidak bertentangan dengan kebiasaan, maka tindakan itu dikategorikan etis. Namun apabila berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang merupakan tindakan yang tidak etis. 
b.      Etika Normatif 
Etika normative berusaha menelaah dan memberikan penilaian etis atas tindakan dengan cara yang berbeda, yaitu dengan menggunakan norma yang dibuat oleh otoritas tertentu. Dengan demikian apakah tindakan itu etis atau tidak, tergantung dengan kesesuaiannya terhadap norma-norma yang sudah dibakukan oleh sebuah institusi atau masyarakat.
2.2 Etika Komunikasi Interpersonal
Etika komunikasi merupakan suatu rangkuman istilah yang mempunyai pengertian tersendiri, yakni norma, nilai, atau ukuran tingkah laku yang baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat. Pada dasarnya komunikasi interpersonal dapat berlangsung secara lisan maupun tertulis.Secara lisan dapat terjadi secara langsung (tatap muka), maupun dengan menggunakan media sepertri telepon, SMS, facebook, e-mail, dan sebagainya. Baik komunikasi langsung maupn tidak langsung, norma etika perlu diperhatikan.

CONTOH PROFIL USAHA KECIL DAN MENENGAH WARUNG SAYURAN DAN LAUK SIAP SAJI


Nama Pemilik Usaha               :  Emy Hana Anin
Alamat                                    :  Jl. Gedung Pramuka, Kompleks Belakang Stim Depan SLBN
No.Telepon                             :  081239557185
LATAR BELAKANG USAHA
Ibu Emy Hana Anin adalah seorang penjual sayuran dan lauk siap saji yang  sudah menjalankan bisnisnya selama kurang lebih 5 tahun. Pada awal menjalankan usahanya, ibu Emy hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian . adapun  motivasi dari ibu Emy menjalankan pekerjaan ini adalah untuk menambah pendapatan keluarga dan untuk membiayai sekolah anaknya. Uang hasil cuciannya digunakan sebagai modal  untuk menjual bensin dan sayuran mentah. setelah beberapa lama kemudian usahanya berkembang lagi. Dengan keuletan dan ketrampilan yang dimilikinya, ibu Emy membuka sebuah warung kecil untuk menjual sayuran dan lauk siap saji.

Kamis, 26 Mei 2016

Kebijakan dalam Perdagangan Internasional

TUGAS
PEMASARAN INTERNASIONAL






















YOHANA V. NUMUR

JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
D4 MANAJEMEN PERUSAHAAN
POLITEKNIK NEGERI KUPANG
2016

PEMBAHASAN


Kebijakan dalam Perdagangan Internasional
Setiap negara akan melindungi perekonomian di dalam negerinya dan pengaruh pelaksanaan perdagangan internasional. OIeh karena itu, ada beberapa kebijakan yang akan diarnbil oleh setiap negara. Kebijakan ini berkaitan dengan proteksi (perlindungan) industri dalam negeri karena pengaruh perdagangan internasional tersebut. Kebijakan-kebijakan tersebut, antara lain tarif, kuota, larangan ekspor, larangan impor, subsidi, premi, diskriminasi harga, dan dumping.
1.    Tarif
Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barang yang melewati baras suatu negara. Tarif dapat dikenakan terhadap barang impor ataupun ekspor. Akan tetapi, dalam analisis ekonomi, tarif impor lebih penting dan pada tarifekspor.
Ada beberapa macam penggolongan tarif, antara lain sebagai berikut :
a.      Bea ekspor (export duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain.
b.      Bea transito (transit duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang hanya melewati negara tersebut karena tujuan akhirnya negara lain (sebagai transit).
c.      Bea impor (impor duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang masuk dalam daerah pabean suatu negara dengan ketentuan bahwa negara tersebut sebagai tujuan akhir.

Pembebanan tarifatas suatu barang dapat menimbulkan pengaruh terhadap perekonomian suatu negara, khususnya terhadap pasar barang yang dikenai tarif tersebut. Pengenaan tarif terhadap barang-barang impor biasanya ditujukan Untuk melindungi produksi barang sejenis yang dihasilkan di dalam negeri.
Pengaruh pembebanan terhadap harga barang impor dapat digambarkan dalam kurva berikut :


Keterangan :
OP      merupakan harga produsen di luar negeri sebelum ada pembebanan tarif
OQ1   merupakan jumlah produksi dalam
OQ4   negeri besarnya konsumsi dalam negeri
Q1Q4  besarnya impor barang-barang dan luar negeri
PP1     merupakan besarnya tarif atas barang impor
OP1    besarnya harga barang di dalam negeri setelah adanya tarif impor
Setelah adanya tanif produksi dalasn negeri dapat bersaing dengan barang impor. Harga barang-barang impor menjadi mahal, sehingga produksi dalam negeri meningkat Q1Q2. Karena harga barang impor yang mahal, konsumen mengurangi konsumsinya sebesar QO4. Luas segi empat GHIJ merupakan penerimaan pemerintah dan tarif barang-barang impor.

2.    Kuota
Kuota adalah pembatasan jumlah barang yang boleh masuk (kuota impor) dan jumlah barang yang boleh keluar (kuota ekspor). Kuota yang diterapkan oleh pemerintah biasanya dilakukan dengan cara memperkenankan impor ataupun ekspor suatu barang dengan jumlah yang dibatasi.